Namun, persoalan pembangunan tidak berhenti pada keterbatasan anggaran. Masalah yang lebih mendasar adalah belum optimalnya penentuan prioritas pembangunan. Dalam beberapa kasus, pembangunan infrastruktur belum sepenuhnya berbasis pada kebutuhan paling mendesak masyarakat. Akibatnya, proyek yang dibangun tidak selalu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan.

Faktanya, arah kebijakan pembangunan di Sabu Raijua dalam beberapa periode menunjukkan adanya pergeseran dan beragam fokus prioritas. Misalnya, pemerintah daerah pernah menetapkan sektor pariwisata sebagai leading sector pembangunan, dengan harapan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, pada waktu yang berbeda, pemerintah juga menempatkan proyek besar seperti pembangunan bandara sebagai “super prioritas”. Sementara itu, kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih justru diakui sebagai persoalan krusial yang harus diprioritaskan karena kondisi kekeringan yang sering terjadi.

Iklan

Selain itu, dalam dokumen perencanaan terbaru (RPJMD 2025–2029), pemerintah sendiri menekankan pentingnya sinkronisasi program agar tidak berjalan sendiri-sendiri dan tidak tumpang tindih. Penegasan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa pada periode sebelumnya masih terdapat tantangan dalam penyelarasan prioritas pembangunan antara tingkat desa dan kabupaten.