Ia menambahkan, rangkaian kegiatan lanjutan akan berlangsung selama dua hari di Desa Katiku Tana, Kecamatan Matawai Lapau, Kabupaten Sumba Timur.

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) Unkriswina Sumba, Alfan Pindi Amah, menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama kepemimpinan. Menurutnya, inovasi tanpa integritas hanya akan berujung pada kepentingan pribadi.

“Integritas adalah harga mati. Mahasiswa harus menjadi katalisator perubahan, terutama dalam pembangunan desa. Desa adalah akar kekuatan ekonomi dan sosial Sumba,” tegasnya.

Iklan

Ia juga menyebut LLKM sebagai jembatan untuk meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa sebelum terjun dalam program pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unkriswina Sumba, Elfis Umbu Katonga Retang, S.P., M.Agb. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tema kegiatan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Elfis menekankan tiga aspek utama kepada peserta, yakni integritas dalam kepemimpinan, inovasi berbasis kearifan lokal, serta pembangunan desa yang berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

“Pemimpin masa depan harus memiliki karakter kuat agar tidak terjerumus dalam praktik koruptif. Inovasi juga harus tetap menghargai budaya lokal Sumba,” ungkapnya.