Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
PERAYAAN Paskah bukan sekadar seremoni yang rapi di dalam gedung gereja. Dalam naskah ini, Paskah dibaca sebagai liturgi yang hidup, sukacita yang profetis, dan interupsi ilahi yang menggerakkan gereja untuk berjalan ke “Galilea” di tanah NTT.
Perayaan Paskah di GMIT: Liturgi yang Hidup dan Menghidupkan
Di tanah Nusa Tenggara Timur yang kering dan berbatu, di tengah kepulauan yang terpisah oleh laut dan keterbatasan infrastruktur, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) merayakan Paskah 2026 dengan cara yang tidak biasa.
Bukan sekadar ibadah kebaktian yang khusyuk di dalam gedung gereja, melainkan sebuah perayaan total yang melibatkan seluruh elemen kehidupan: drama yang memerankan kisah sengsara hingga kebangkitan, puisi-puisi yang menggugah jiwa, lagu-lagu pujian yang mengangkat hati, tarian-tarian yang menyatakan sukacita, lomba paduan suara yang meriah, hingga lomba mencari telur Paskah yang penuh tawa.
Tahun ini, Pemuda Sinode GMIT menyuguhkan rangkaian yang lebih akbar lagi: obor perdamaian yang diarak dari Atambua hingga Rote, Paskah Galilea dengan prosesi menggunakan perahu dari laut menuju Kupang, pameran UMKM yang melibatkan hampir 200 pelaku usaha, serta pawai Paskah yang melibatkan ribuan umat lintas wilayah dan latar belakang.
