Perayaan Paskah yang meriah dengan drama, tarian, pawai, dan pameran UMKM adalah kritik terhadap liturgi yang membosankan dan tidak relevan. Ia adalah ajakan untuk menghidupkan kembali liturgi sebagai ruang pertemuan antara iman dan kehidupan, antara langit dan bumi, antara sakral dan profan.

2 Korintus 5:17: Ciptaan Baru sebagai Agenda Perayaan dan Keberlanjutan

Tema Paskah GMIT tahun 2025, “Kristus Bangkit, Memperbaharui Kemanusiaan Kita”, berakar pada 2 Korintus 5:17: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Ayat ini sering dibaca secara individualistis. Namun, konteks 2 Korintus 5 berbicara tentang pelayanan rekonsiliasi (ayat 18-1y). Paulus tidak hanya berbicara tentang transformasi individual, melainkan tentang proyek penciptaan baru Allah yang mencakup seluruh ciptaan dan seluruh umat manusia.

“Ciptaan baru” adalah realitas eskatologis yang sudah mulai hadir tetapi belum sepenuhnya genap. Artinya, “yang baru” sudah datang, tetapi “yang lama” masih terus berlalu dan proses ini membutuhkan waktu, perjuangan, dan partisipasi aktif dari umat percaya.

Jürgen Moltmann, dalam Theology of Hope, menegaskan bahwa kebangkitan Kristus adalah dasar dari pengharapan yang realistis. Bagi Moltmann, eskatologi bukanlah tentang akhir dari segalanya, melainkan tentang keterbukaan kepada masa depan yang dibawa oleh kebangkitan Kristus.