Kupang, RakyatNTT.ID – Koordinator Daerah BEM Nusantara Nusa Tenggara Timur (NTT), Andhy Umbu Sanjaya, mempertanyakan sikap dan respons Pengurus Pusat BEM Nusantara terhadap bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, NTT.

Andhy menilai, ketika masyarakat Flores sedang menghadapi kehilangan, kerusakan rumah, trauma, keterbatasan akses, hingga kebutuhan mendesak pascabencana, organisasi mahasiswa nasional seharusnya tidak memilih untuk diam.

“Kami mempertanyakan, di mana sikap Pengurus Pusat BEM Nusantara ketika NTT sedang berduka? Di mana solidaritas nasional ketika masyarakat Flores membutuhkan suara mahasiswa?” tegas Andhy Umbu Sanjaya, Senin (17/8/2026).

BEM Nusantara Diminta Tunjukkan Keberpihakan

Menurut Andhy, diamnya organisasi mahasiswa dalam situasi kemanusiaan tidak semata-mata berkaitan dengan komunikasi internal organisasi, tetapi menyangkut keberpihakan moral dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Ia menegaskan, BEM Nusantara dibangun bukan hanya untuk memiliki struktur organisasi, jabatan, forum maupun dokumentasi kegiatan.

“BEM Nusantara dibangun bukan hanya untuk memiliki struktur, jabatan, forum, dan dokumentasi kegiatan. Organisasi mahasiswa seharusnya menjadi mata, telinga, dan suara rakyat. Justru ketika rakyat berada dalam situasi paling sulit, di situlah keberadaan dan keberpihakan organisasi mahasiswa diuji,” ujarnya.