Gereja adalah jemaat pengharapan yang dipanggil untuk pergi dan melayani sesama di dalam dunia, membangun dunia baru sambil menaruh harapan kepada Kristus. Dan perayaan Paskah adalah la‐ tihan pengharapan latihan untuk percaya bahwa masa depan yang baru mungkin terjadi, bahwa kematian tidak berkuasa, bahwa hidup selalu menang.

Dengan demikian, perayaan Paskah yang meriah bukanlah pelarian dari realitas, melainkan sumber energi untuk menghadapi realitas. Ketika kita bernyanyi “Haleluya” dengan sepenuh hati, kita sedang mengisi baterai iman kita untuk berjalan keluar dari gereja dan menghadapi dunia yang terluka. Ketika kita menari dalam pawai Paskah, kita sedang melatih tubuh kita untuk bergerak dalam ketaatan dan pelayanan.

Paskah di Tengah Pergumulan NTT: Kemiskinan, Stunting, HIV/ AIDS, Kekeringan

Perayaan Paskah GMIT tahun 2025 tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial yang membelenggu tanah NTT. Data BPS 2025 mencatat tingkat kemiskinan di NTT sebesar 17,5% jauh di atas rata- rata nasional, dengan sedikitnya 33.825 balita mengalami stunting.

Di tengah kelangkaan pangan dan ancaman kekeringan yang berulang setiap tahun, data kasus HIV/AIDS di NTT menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan peningkatan signifikan pada kelompok usia produktif.