Seba, RakyatNTT.ID Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, menghadiri langsung kegiatan panen raya padi bersama kelompok tani di sawah Mapuhaba, Desa Deme, Kecamatan Sabu Liae, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Sosial dan P3A, Kepala BPS Sabu Raijua, Plt. Camat Sabu Liae, Kepala Desa Deme, para penyuluh pertanian, serta petani setempat.

Hasil Panen Meningkat Signifikan

Dalam laporan Kepala Desa Deme, luas lahan yang dipanen mencapai 55 hektar dan dikelola oleh 10 kelompok tani. Rata-rata hasil panen mencapai 7 ton per hektar, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 5,6 ton per hektar.

Iklan

Meski demikian, para petani masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan), serangan hama dan penyakit, kerusakan irigasi tersier, serta kondisi Embung Mapuhaba yang mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur.

Apresiasi Bupati untuk Petani

Bupati Krisman memberikan apresiasi kepada para petani yang mampu meningkatkan produksi di tengah berbagai keterbatasan.

“Ini akan sangat membantu menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Sabu Raijua dan sejalan dengan program nasional swasembada pangan,” ujarnya.

Turun Langsung ke Lapangan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman menegaskan pentingnya turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil yang dihadapi masyarakat.

“Saya baru pertama kali datang panen padi di Liae. Kehadiran saya bukan sekadar ikut panen raya, tetapi untuk melihat langsung kondisi dan mendengar harapan para petani,” katanya.

Instruksi dan Solusi untuk Petani

Menanggapi berbagai keluhan petani, Bupati memberikan sejumlah instruksi strategis, antara lain memperjuangkan pengadaan alsintan seperti mesin perontok padi dan hand traktor dalam program kerja pemerintah daerah.

Selain itu, penyuluh pertanian lapangan (PPL) diminta bergerak cepat dalam menangani hama dan penyakit tanaman yang dikeluhkan petani.

Tinjau Embung Mapuhaba

Usai panen raya, Bupati bersama rombongan langsung meninjau kondisi Embung Mapuhaba yang dinilai memprihatinkan karena mengalami pendangkalan.

Masyarakat berharap adanya pengerukan embung untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.

Bupati Krisman menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk mendorong revitalisasi embung tersebut.

“Saya sudah upayakan agar embung ini mendapatkan bantuan revitalisasi. Kami akan terus berkoordinasi agar bisa segera dikeruk,” jelasnya.

Komitmen di Tengah Keterbatasan Anggaran

Meski di tengah kondisi efisiensi dan pemotongan anggaran, Bupati menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan kebutuhan petani.

“Apa yang menjadi harapan masyarakat akan diupayakan secara maksimal,” tegasnya.

Kehadiran Bupati di tengah petani menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah. (*/rnc)