Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menambahkan, tekanan terhadap industri media sebenarnya sudah berlangsung sejak era disrupsi digital. Namun, kehadiran AI semakin memperparah kondisi, terutama dengan perubahan pola konsumsi informasi sejak akhir 2024 hingga 2025.
Selain berdampak pada bisnis, maraknya penggunaan AI juga memicu banjir informasi yang sulit diverifikasi. Hal ini dinilai berpotensi menggerus konteks dan menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar.
Dalam situasi tersebut, Wahyu menegaskan bahwa peran jurnalis tetap sangat dibutuhkan untuk memastikan akurasi dan verifikasi informasi. “Di situ dibutuhkan personalitas, tokoh, dan jurnalis,” katanya.
Untuk menghadapi tantangan ini, AMSI mendorong media beralih ke model bisnis berbasis pembaca guna membangun hubungan langsung dengan audiens dan mengurangi ketergantungan pada platform digital.
Selain itu, Wahyu juga menekankan pentingnya regulasi yang mengatur penggunaan konten media oleh platform AI agar tidak terjadi pengambilan konten tanpa kompensasi.
Ke depan, ia memandang produk jurnalistik tidak hanya sebagai artikel, tetapi juga sebagai data bernilai yang dapat dilisensikan kepada platform AI. Dalam ekosistem informasi yang semakin kompleks, kepercayaan menjadi faktor utama yang harus dijaga.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

