Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Perwakilan KONEKSI, Tini Astuti, serta praktisi dari Queensland University, Phil L, turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pengembangan komoditas rumput laut, tetapi juga pada penguatan inovasi sosial dan pemberdayaan petani rumput laut agar menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri.
Solusi Kemiskinan Pesisir
Pakar Budidaya Perairan Undana, Prof. Dr. Ir. Marcelien Ratoe Oedjoe, M.Si., menekankan bahwa pengembangan sektor kelautan di NTT harus dilakukan secara holistik.
Ia menjelaskan bahwa hilirisasi rumput laut tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi juga mencakup pengolahan lanjutan seperti tepung karagenan hingga pakan ternak.
“Hilirisasi harus mencakup seluruh rantai nilai. Jika Sumba Timur menjadi success story, model ini bisa diperluas ke komoditas kelautan lainnya di NTT,” ujarnya.
Melalui Innovation Hub KTI, Undana menegaskan perannya bukan sekadar institusi akademik, tetapi sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi maritim sekaligus membantu mengurangi kemiskinan di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)
