Ia menegaskan bahwa sektor peternakan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menambah PAD daerah.

Terkait penanganan penyakit hewan menular, pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap lalu lintas ternak, serta mendorong peran aktif Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan Hewan di daerah.

Sementara untuk penyediaan vaksin dan obat-obatan, Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan perhatian sesuai kebutuhan daerah secara proporsional, terutama dalam kondisi darurat seperti terjadinya wabah penyakit.

Adapun terkait rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Hewan di Sabu Raijua, Yohanes menyatakan dukungan penuh karena fasilitas tersebut dinilai sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis wilayah kepulauan.

“Provinsi siap memberikan petunjuk teknis terkait spesifikasi ruangan, peralatan laboratorium, serta standar kebutuhan tenaga laboratorium,” jelasnya.

Selain itu, pihak provinsi juga akan melakukan pendampingan hingga laboratorium tersebut mendapatkan pengakuan dan sertifikasi sehingga dapat menerbitkan hasil uji kesehatan hewan secara mandiri. (*/rnc)