“Status kawasan ini merupakan keputusan Kementerian Kehutanan atas usulan pemerintah daerah, sehingga proses penyelesaiannya juga harus melalui mekanisme yang ada,” jelasnya.

Usai menyampaikan orasi, masyarakat menegaskan akan menyegel kantor BKSDA wilayah TTS hingga Menteri Kehutanan turun langsung ke Fatumnasi. Mereka juga berencana menutup kawasan Taman Nasional Mutis Timau hingga ada pertemuan langsung dengan pemerintah pusat.

Aksi damai tersebut turut mendapat pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Iklan

Meski diguyur hujan, masyarakat Fatumnasi tetap bertahan mengikuti aksi dengan membawa mantel dan payung sebagai bentuk komitmen mereka dalam memperjuangkan status hutan adat Mutis. (rnc26)