Menurutnya, modul ajar berbasis budaya ini membuat suasana pembelajaran di kelas menjadi lebih hidup dan mudah dipahami oleh siswa.

“Materi yang disusun sangat dekat dengan kehidupan anak-anak, sehingga mereka lebih cepat mengerti dan terlibat aktif dalam pembelajaran,” ujarnya.

Perkuat Literasi dan Numerasi Melalui Pendekatan Kontekstual

Sementara itu, Arto Sudaryanto dari William & Lily Foundation yang menyampaikan sambutan secara daring menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Iklan

Ia menilai bahwa pembelajaran yang mengaitkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari akan memberikan dampak yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Komitmen Pemerintah Bangun SDM Unggul

Peluncuran modul ajar budaya Sumba secara resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Thimotius T. Ragga yang ditandai dengan pengetukan palu.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap modul ajar berbasis budaya ini dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.