Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Dampak negatif mikroplastik tidak akan terasa dalam jangka pendek, namun efeknya akan muncul pada generasi berikutnya. Di forum internasional, saya menunjukkan foto nyata kondisi pantai di NTT sebagai representasi perang yang sedang kami hadapi saat ini terhadap sampah plastik,” ungkap Ariel.
Penelitian tersebut tidak hanya membahas aspek hematologi atau kondisi darah, tetapi juga mengungkap potensi risiko mikroplastik terhadap sistem kardiovaskular, paru-paru, hingga temuan medis terbaru yang menunjukkan keberadaan mikroplastik pada plasenta ibu hamil.
Paparan yang komprehensif tersebut menarik perhatian para akademisi dunia. Bahkan salah satu profesor internasional langsung mengajak Ariel untuk menjajaki peluang kerja sama penelitian lingkungan di masa depan.
Satu-satunya Mahasiswa Sarjana di Antara Profesor Dunia
Keberhasilan Ariel semakin menginspirasi karena ia merupakan satu-satunya mahasiswa jenjang sarjana di antara para profesor dan peneliti senior dunia yang mengikuti konferensi tersebut.
Prestasi meraih Best Oral Presentation menunjukkan bahwa mahasiswa Undana memiliki daya saing yang tidak kalah dengan akademisi internasional.
Partisipasi mahasiswa dalam forum global seperti NUTRICON juga dipandang sebagai bentuk nyata dari program “Undana Berdampak”, di mana penelitian kampus mampu memberikan kontribusi bagi isu-isu global.
