Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Hasil pemeriksaan laboratorium di Labkesda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan sejumlah warga di Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, positif terjangkit leptospirosis.
Temuan ini mendorong pemerintah daerah menetapkan kejadian tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) setelah empat warga dilaporkan meninggal dunia.
Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menggelar rapat penanggulangan penyebaran infeksi leptospirosis pada Kamis (26/3/2026). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, unsur TNI-Polri, serta tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sabu Raijua, Thobias J. Mesakh, menjelaskan bahwa rapat tersebut difokuskan pada upaya pengendalian penyebaran virus di lokasi kasus, yakni perbatasan Kelurahan Mebba dan Desa Raeloro, Kecamatan Sabu Barat.
“Ini merupakan langkah cepat untuk mengendalikan penyebaran leptospirosis di lokasi kejadian, terutama setelah adanya laporan kematian dalam satu keluarga,” ujarnya.
Pemerintah telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pembagian obat kepada warga sekitar, penyemprotan disinfektan di titik-titik yang diduga menjadi sumber penularan, hingga pengobatan bagi warga yang terpapar.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

