Dari sisi anggaran, APBD Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2025 awalnya ditetapkan sebesar Rp684,24 miliar dan mengalami perubahan menjadi Rp686,43 miliar. Realisasi keuangan menunjukkan capaian yang cukup baik, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 92,58 persen, pendapatan transfer 98,28 persen, belanja daerah 89,27 persen, serta pembiayaan daerah mencapai 100 persen.

Wakil Bupati juga memaparkan capaian pembangunan daerah, meliputi urusan pelayanan dasar, non pelayanan dasar, urusan pilihan, hingga urusan penunjang. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua tidak menerima tugas pembantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Dari sisi indikator makro, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sabu Raijua mengalami peningkatan menjadi 4,50 persen pada tahun 2025. Pendapatan per kapita juga meningkat menjadi Rp18,67 juta. Sementara itu, tingkat ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) terakhir tercatat sebesar 0,323 pada tahun 2024.

Meski demikian, Wakil Bupati mengakui masih terdapat sejumlah target pembangunan yang belum tercapai secara optimal. Namun, ia optimistis melalui sinergi dengan DPRD, berbagai tantangan tersebut dapat diatasi.

“Kami berharap DPRD dapat memberikan koreksi konstruktif berupa saran dan rekomendasi agar menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujarnya.