Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia bahkan menantang Presiden Prabowo Subianto untuk segera menuntaskan polemik yang hampir tiga dekade belum terselesaikan.
“Saya tantang Presiden Prabowo, ini terkesan pemerintah Indonesia setengah hati. Bagaimana polemik ini sampai hampir 27 tahun belum juga dituntaskan,” ujarnya.
Eurico menambahkan, meski masa kolonial Belanda dan Portugis telah berakhir, ikatan kultur dan adat masyarakat Timor tetap satu. Karena itu, penyelesaian batas negara harus melibatkan tokoh adat yang memahami sejarah dan batas wilayah berdasarkan tradisi.
“Saya yakin, Perdana Menteri Ramos Horta dan Presiden Xanana Gusmao tidak akan berani mengatakan Naktuka itu bukan tanah milik orang Timor,” pungkasnya. (rnc04)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

