Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kabupaten Sabu Raijua menerima alokasi Dana Desa dari APBN sebesar Rp26,032 miliar, turun drastis sekitar Rp31 miliar atau 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan total 58 desa, setiap desa diperkirakan hanya akan menerima anggaran sekitar Rp400 juta hingga Rp450 juta.
“Dengan keterbatasan ini, saya berharap pemerintah desa lebih bijak dan cermat dalam menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Bupati.
Efisiensi Anggaran Rp26 Miliar
Bupati juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran tidak hanya terjadi di tingkat desa, tetapi juga di lingkungan pemerintah daerah.
Pemkab Sabu Raijua berhasil melakukan efisiensi anggaran hingga Rp26 miliar, dengan pemangkasan terbesar berasal dari anggaran perjalanan dinas sebesar Rp12 miliar.
Anggaran hasil efisiensi tersebut kemudian dialokasikan untuk berbagai program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti pembagian seragam sekolah, santunan uang duka, program lampu jalan, serta bantuan kawat duri bagi masyarakat.
Terkait program bantuan kawat duri, Bupati Krisman menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang sering mengalami kerugian akibat ternak yang lepas dan merusak tanaman warga.
