Ruteng, RakyatNTT.ID Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Rahong Utara selama dua pekan terakhir menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di Desa Benteng Tubi, Kabupaten Manggarai.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga menimpa Rumah Adat Gendang Redong yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat setempat.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai bersama Pemerintah Desa Benteng Tubi melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (13/3/2026) untuk melihat kondisi kerusakan serta melakukan pendataan awal.

Iklan

Di Dusun Redong, bagian atap seng Rumah Adat Gendang Redong dilaporkan bergeser akibat terpaan angin kencang. Sejumlah kayu penyangga bangunan juga terlihat retak dan bergeser dari posisi semula, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di dalamnya.

Rumah adat tersebut selama ini dihuni oleh delapan kepala keluarga dan memiliki nilai budaya penting bagi masyarakat setempat.

“Saat angin mulai bertiup kencang, kami hanya bisa berusaha menyelamatkan barang-barang berharga. Suara kayu yang retak dan atap yang bergeser membuat kami sangat khawatir,” ujar salah satu penghuni.

Rumah Warga Terancam Roboh

Kerusakan yang lebih parah terjadi di Dusun Langkas, di mana sebuah rumah kayu berukuran 7 x 9 meter mengalami kerusakan serius setelah sebagian atapnya roboh.

Rumah yang dibangun sejak tahun 1986 atau hampir berusia 40 tahun itu dihuni oleh empat kepala keluarga, yang sebagian besar merupakan warga lanjut usia.

Kepala Dusun Langkas yang mendampingi tim BPBD mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sudah tidak layak dihuni.

“Kondisi rumah sudah tidak layak huni lagi. Para lansia di sini kesulitan bergerak, apalagi jika cuaca kembali memburuk. Kami berharap pemerintah segera memberikan perhatian,” ujarnya.

Dipicu Cuaca Ekstrem

Sekretaris Desa Benteng Tubi, Agustinus Ganggar, menjelaskan bahwa kerusakan bangunan dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak awal hingga pertengahan Maret 2026.

Menurutnya, intensitas hujan dan angin yang tinggi memperparah kondisi rumah-rumah warga yang sebagian besar sudah berusia tua.

“Kita tidak menyangka intensitas angin dan hujan akan sebesar itu. Sebagian rumah di desa ini memang sudah cukup tua dan membutuhkan perawatan,” jelasnya.

Pemerintah desa sebenarnya telah berupaya membantu warga melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, program tersebut memiliki persyaratan tertentu, termasuk kesiapan material dasar dari warga untuk membangun rumah baru.

“Kapasitas desa terbatas, sehingga peninjauan dari BPBD ini menjadi harapan besar bagi kami untuk mendapatkan bantuan yang lebih komprehensif,” tambah Agustinus.

BPBD Lakukan Pendataan Bantuan

Setelah melakukan peninjauan lapangan, tim BPBD Kabupaten Manggarai menyatakan akan melakukan pendataan dan analisis lebih lanjut sebelum menentukan langkah penanganan.

Hasil pendataan tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada warga terdampak.

“Kami akan mengumpulkan semua data dan melakukan analisis lebih lanjut agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Tujuannya agar warga bisa kembali tinggal dengan aman dan layak,” ujar perwakilan BPBD.

Masyarakat Desa Benteng Tubi kini berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk membantu memperbaiki Rumah Adat Gendang Redong serta rumah warga yang rusak akibat cuaca ekstrem tersebut. (rnc28)