“Akan ada sekitar 2.000 hingga 3.000 hektare sawah baru yang sudah direncanakan dan diharapkan pengerjaannya dapat dimulai dalam waktu dekat. Kami juga merencanakan pembangunan waduk baru agar pengairan sawah dari hulu hingga hilir dapat dimaksimalkan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI yang selama ini memberikan pendampingan kepada petani dalam pengembangan sektor pertanian. Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan.

Bupati Eduard turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara petani, penyedia pupuk, serta penyedia benih agar tidak ada hambatan dalam proses produksi pertanian.

Iklan

“Jika ada pihak yang menghambat proses pertanian, maka izinnya akan kami cabut. Penegasan ini harus ditindaklanjuti,” tegasnya.

Beras Nona Bena sendiri dikemas dalam kemasan lima kilogram dengan desain logo bergambar seorang perempuan yang mengenakan motif tenun khas Amanuban, sebagai identitas budaya lokal.

Launching ditandai dengan penyerahan simbolis kepada pemilik Toko Perdana Soe, sekaligus pengangkutan stok beras untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Sahabat, Rony Nubatonis, menjelaskan bahwa peluncuran produk ini merupakan hasil proses panjang yang telah dipersiapkan selama hampir dua tahun.