Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam sambutannya, Bupati Eduard menyampaikan bahwa peluncuran Beras Nona Bena merupakan langkah penting dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah.
“Launching Beras Nona Bena ini menjadi bukti bahwa kita tidak hanya menanam padi, tetapi juga menanam harapan dan kemandirian pangan daerah. Dari persawahan seperti inilah pangan masyarakat kita bertumbuh,” ujar Eduard.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) bersama para penyuluh pertanian akan terus mendampingi petani, mulai dari proses pembenihan hingga menghasilkan beras berkualitas yang mampu bersaing di pasar.
Menurutnya, peluncuran beras lokal ini juga menandai perubahan dari sekadar produksi gabah menuju produksi beras dengan kemasan yang lebih baik dan bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Saya berharap Beras Nona Bena bisa berkembang menjadi salah satu beras unggulan di Kabupaten TTS,” katanya.
Bupati Eduard juga menilai potensi pertanian di kawasan Persawahan Bena sangat besar. Dengan luas lahan yang tersedia serta semangat petani yang tinggi, wilayah tersebut berpotensi menjadi lumbung padi di bagian selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemerintah Kabupaten TTS, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pertanian melalui berbagai program seperti pencetakan sawah baru, pembangunan irigasi, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

