Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) terpilih sebagai tuan rumah peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Bali–Nusra).

Agenda strategis ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Auditorium Grha Cendana, Kupang.

Penunjukan Undana oleh Kementerian Kesehatan RI merupakan bagian dari implementasi visi Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam upaya mempercepat pemerataan tenaga kesehatan spesialis di wilayah Indonesia Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini masih menghadapi kekurangan signifikan dokter spesialis dan subspesialis.

Iklan

Posisi Strategis Undana di Kawasan Bali–Nusra

Ketua Panitia Peluncuran, Dr. Muhajirin Dean, Apt., M.Sc., menjelaskan bahwa pemilihan Undana sebagai pusat peluncuran didasarkan pada kebutuhan mendesak akan penguatan sumber daya manusia kesehatan di NTT.

“Dibandingkan mitra di wilayah Bali–Nusra seperti Universitas Udayana (UNUD) dan Universitas Mataram (UNRAM) yang lebih dahulu mengelola program spesialis, Undana kini menjadi titik fokus baru pengembangan dokter spesialis di Indonesia Timur,” ujar Dr. Muhajirin usai rapat panitia di Aula Dekanat Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH), Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan, peluncuran PPDS Bali–Nusra melibatkan sinergi tiga perguruan tinggi besar, yakni Undana, UNRAM, dan UNUD. Masing-masing universitas akan mengelola Program Spesialis (SP1) dan Subspesialis (SP2) secara mandiri dengan dukungan rumah sakit pengampu yang telah ditetapkan.

Tahap Awal Fokus Program Spesialis (SP1)

Pada tahap awal, Undana akan memulai Program Pendidikan Dokter Spesialis (SP1). Secara paralel, universitas juga tengah mempersiapkan fondasi akademik dan infrastruktur medis untuk pembukaan Program Subspesialis (SP2) di masa mendatang.

Pihak universitas menekankan pentingnya pemahaman publik mengenai perbedaan kedua jenjang tersebut. Program Subspesialis (SP2) secara akademik setara dengan jenjang Doktoral (S3) dan menjadi jalur pengembangan keilmuan lanjutan bagi dokter spesialis, termasuk peluang meraih jabatan profesor melalui keahlian yang lebih spesifik.

Hadirkan Pimpinan Daerah dan Pembukaan Akses Beasiswa

Peluncuran PPDS Bali–Nusra direncanakan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, seluruh Bupati se-NTT, unsur Forkopimda, serta pimpinan rumah sakit pengampu dari berbagai daerah.

Kehadiran para kepala daerah diharapkan dapat memperkuat komitmen pemberian beasiswa daerah bagi putra-putri NTT untuk menempuh pendidikan dokter spesialis di Undana, sekaligus menjamin ketersediaan tenaga medis ahli di daerah asal masing-masing.

Terkait penerimaan mahasiswa, beberapa program studi spesialis di Undana telah dinyatakan siap menerima mahasiswa baru pada tahun 2026 melalui jalur mandiri, sementara jalur nasional akan dibuka menyusul sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi.

Melalui peluncuran PPDS ini, Undana menegaskan perannya sebagai pilar transformasi kesehatan di Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperkuat kehadiran negara dalam menyediakan layanan kesehatan spesialis yang lebih dekat, merata, dan terjangkau bagi masyarakat. (*/rnc)