Dalam dunia kewirausahaan, ia menunjukkan keteladanan yang kuat. Ia mengolah tenun lokal bermotif khas Sikka, serta hasil karya keluarganya sendiri, menjadi tas, dompet, jaket, jas, dan berbagai produk fesyen lain.

Dengan berkolaborasi bersama desainer dari NTT maupun luar NTT, ia membuktikan bahwa produk lokal bisa tampil berkelas tanpa kehilangan jati diri. Ia memasarkan karyanya melalui media sosial dengan cara yang elegan, jujur, dan bermartabat.

Selain jurnalis, pelancong, dan pelaku UMKM, Valentino Luis juga adalah seorang pendidik sejati. Ia berbagi pengetahuan tentang literasi, seni, kewirausahaan, komunitas, fotografi, dan manajemen bisnis melalui berbagai lokakarya. Baik sebagai penyelenggara bersama timnya maupun sebagai narasumber undangan, ia hadir dengan niat tulus kerendahan hati (entah di mana saya lupa, ia tetap membawakan materi meskipun baru mengalami musibah kecelakaan lalulintas).

Iklan

Kesan yang sangat kuat bagi saya “ia bukan orang yang pelit ilmu”. Ia berbagi dengan tulus, sekaligus mengajak mereka yang sudah mampu untuk berjalan bersama, membangun mereka yang masih membutuhkan langkah awal.

Ia juga sangat mendukung pergerakan orang muda. Melalui karya dan kehadirannya, ia seolah menunjukkan bahwa perubahan itu mungkin asal kita mau bergerak, belajar, dan berbagi. Ia telah menunjuk arah yang baik, sebuah jalan yang patut ditelusuri dan diteruskan.