Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Anak-anak dikumpulkan setelah pulang sekolah untuk menyampaikan informasi pembayaran kepada orang tua. Itu dilakukan hampir setiap hari, sifatnya hanya mengingatkan,” terang Veronika.
Ia kembali menegaskan bahwa penyampaian informasi tersebut tidak disertai tekanan, ancaman, atau sanksi terhadap siswa.
Penelusuran Masih Berlanjut
Meski demikian, tragedi kematian YBR meninggalkan duka mendalam sekaligus memunculkan keprihatinan publik terhadap beban psikologis anak usia sekolah, terutama di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Pihak terkait masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh aspek yang melatarbelakangi peristiwa ini, termasuk kondisi psikososial korban dan lingkungan sekitarnya. Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan perlindungan anak dan sensitivitas sistem pendidikan terhadap kondisi sosial-ekonomi peserta didik. (*/rnc)
