Namun demikian, status tuan rumah utama tetap berada di NTB dan NTT. Penunjukan provinsi pendukung nantinya akan melalui mekanisme resmi oleh KONI, kemudian disahkan Kemenpora melalui surat persetujuan.

“Nanti bersama KONI bisa mengadakan Rakornas untuk menambahkan provinsi tertentu sebagai supporting system. Tuan rumahnya tetap NTT-NTB, tetapi provinsi tertentu yang punya fasilitas bisa dipergunakan. Saya sangat terbuka,” kata Erick.

Sinkronisasi dan Koordinasi Lintas Lembaga

Persiapan PON 2028 NTB NTT kini memasuki tahap sinkronisasi antara pemerintah pusat, KONI, dan pemerintah daerah. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar pelaksanaan pesta olahraga nasional itu berjalan efisien dan terukur.

Iklan

Kemenpora menegaskan komitmennya untuk mendukung kesuksesan PON 2028 dengan pendekatan tata kelola yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan kepastian ini, NTB dan NTT diharapkan mulai mematangkan persiapan, baik dari sisi teknis penyelenggaraan, peningkatan kualitas atlet, maupun kesiapan infrastruktur pendukung lainnya.

PON 2028 NTB NTT pun diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga nasional, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi dan promosi pariwisata kawasan timur Indonesia. (*/rnc)