Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, memastikan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Kepastian tersebut disampaikan setelah pembahasan bersama jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Erick Thohir menjelaskan, keputusan itu diambil usai melakukan sinkronisasi dengan Ketua KONI Marciano Norman dan Sekretaris Jenderal KONI, Lukman Djajadikusuma. Hasilnya, NTB dan NTT tetap dipercaya sebagai tuan rumah PON 2028, meskipun ada sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaannya.
NTB-NTT Tetap Tuan Rumah PON 2028
Menurut Erick, pemerintah dan KONI sepakat untuk tidak menambah pembangunan fasilitas atau venue baru dalam penyelenggaraan PON 2028. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi fasilitas olahraga yang ada saat ini.
“Memang ada diskusi bahwa NTT-NTB tetap menjadi tuan rumah PON secara bersama. Tetapi dengan situasi saat ini, pembangunan fasilitas tambahan itu tidak dimungkinkan,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Ia menegaskan, keputusan tersebut sejalan dengan hasil kerja sama Kemenpora dan Kementerian Dalam Negeri yang telah melakukan evaluasi terhadap berbagai fasilitas daerah. Banyak fasilitas yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal, termasuk fasilitas olahraga.
Karena itu, penyelenggaraan PON 2028 akan mengoptimalkan venue yang sudah tersedia di NTB dan NTT tanpa pembangunan arena baru.
Tanpa Venue Baru, Ikuti Tren Global
Erick Thohir menyebut kebijakan tanpa pembangunan venue baru bukan hal yang aneh. Bahkan, menurutnya, langkah ini sudah menjadi tren global dalam penyelenggaraan ajang olahraga berskala besar.
Ia mencontohkan persiapan Olimpiade Brisbane dan sejumlah negara lain yang kini lebih berhati-hati dalam membangun fasilitas baru. Pertimbangan efisiensi anggaran dan keberlanjutan penggunaan fasilitas menjadi alasan utama.
“Trennya di dunia sudah seperti itu. Banyak negara mulai menjaga secara ekonomi pembangunan fasilitas-fasilitas yang di kemudian hari tidak maksimal,” jelas Erick.
Dengan pendekatan tersebut, PON 2028 NTB NTT diharapkan tetap berjalan sukses tanpa membebani anggaran daerah maupun pusat dengan proyek-proyek baru yang berpotensi tidak berkelanjutan.
Peluang Provinsi Pendukung
Selain memaksimalkan venue yang ada, Erick Thohir juga membuka peluang keterlibatan provinsi lain sebagai tuan rumah pendukung (supporting system). Skema ini memungkinkan cabang olahraga tertentu digelar di provinsi yang memiliki fasilitas memadai.
Namun demikian, status tuan rumah utama tetap berada di NTB dan NTT. Penunjukan provinsi pendukung nantinya akan melalui mekanisme resmi oleh KONI, kemudian disahkan Kemenpora melalui surat persetujuan.
“Nanti bersama KONI bisa mengadakan Rakornas untuk menambahkan provinsi tertentu sebagai supporting system. Tuan rumahnya tetap NTT-NTB, tetapi provinsi tertentu yang punya fasilitas bisa dipergunakan. Saya sangat terbuka,” kata Erick.
Sinkronisasi dan Koordinasi Lintas Lembaga
Persiapan PON 2028 NTB NTT kini memasuki tahap sinkronisasi antara pemerintah pusat, KONI, dan pemerintah daerah. Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar pelaksanaan pesta olahraga nasional itu berjalan efisien dan terukur.
Kemenpora menegaskan komitmennya untuk mendukung kesuksesan PON 2028 dengan pendekatan tata kelola yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan kepastian ini, NTB dan NTT diharapkan mulai mematangkan persiapan, baik dari sisi teknis penyelenggaraan, peningkatan kualitas atlet, maupun kesiapan infrastruktur pendukung lainnya.
PON 2028 NTB NTT pun diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga nasional, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi dan promosi pariwisata kawasan timur Indonesia. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

