Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tragedi Ngada harus kita hormati dengan cara yang paling bermakna: memastikan tidak ada anak lain yang merasa sendirian menanggung dunia. Gereja tidak akan pernah sanggup menghapus semua kemiskinan dan semua luka sosial, tetapi gereja bisa memastikan bahwa di tengah luka itu, anak tidak kehilangan harapan.
Gereja bisa menjadi komunitas yang membuat anak berkata: “Aku masih punya tempat pulang,” “Aku masih punya orang yang peduli,” “Aku masih punya masa depan.” Jika gereja sampai pada titik itu, maka gereja sedang menjalankan Injil bukan hanya di mimbar, tetapi di kehidupan dan di sanalah iman menjadi terang.
Dalam suasana duka yang belum pulih, gereja dipanggil untuk merendahkan hati: mengakui kekurangan, memperbaiki yang bisa diperbaiki, dan membangun ulang ekosistem perlindungan anak. Ini pekerjaan panjang, tetapi setiap langkahnya adalah kesaksian. Karena pada akhirnya, ukuran kedewasaan sebuah komunitas iman bukan hanya seberapa kuat liturginya, melainkan seberapa aman anak-anak hidup di dalamnya. Dan jika gereja sungguh- sungguh menjadi rumah bagi anak, maka gereja sedang menjadi rumah bagi Kristus sendiri. (*)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

