“Kami berharap negosiasi ini akan menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan dinegosiasikan demi kepentingan semua pihak dan kawasan yang lebih luas,” ujar Araghchi dalam konferensi perlucutan senjata PBB di Jenewa, seperti dikutip Associated Press.

Namun, ia juga menegaskan bahwa Iran siap membela diri terhadap segala bentuk ancaman atau agresi. Araghchi memperingatkan bahwa konsekuensi dari serangan terhadap Iran tidak akan terbatas pada wilayah negaranya saja.

Araghchi memimpin langsung delegasi Iran dalam perundingan yang berlangsung di Jenewa.

Iklan

Latihan Militer dan Respons AS

Garda Revolusi Iran sebelumnya menyatakan telah memulai latihan militer sejak Senin pagi (17/2/2026) di wilayah Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman. Ini merupakan latihan tembak langsung kedua yang digelar Iran di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Meski Iran kerap mengadakan latihan militer di Selat Hormuz, pengumuman penutupan jalur pelayaran internasional tersebut dianggap sebagai langkah yang lebih agresif dan simbolis. Banyak pihak memandangnya sebagai peringatan dari Teheran bahwa serangan terhadap Iran akan berdampak global, khususnya terhadap pasokan energi dunia.

Pekan lalu, mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengiriman kapal induk terbesar dunia, USS Gerald R. Ford, ke Timur Tengah. Kapal tersebut akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perusak berpeluru kendali yang telah berada di kawasan itu selama tiga minggu terakhir.