Jakarta, RakyatNTT.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan dan ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/2/2026). IHSG parkir di level 7.935, terkoreksi 2,08 persen atau turun 168,61 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sepanjang sesi perdagangan, aktivitas transaksi terbilang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 35,58 miliar lembar saham diperdagangkan dengan total nilai transaksi mencapai Rp19,70 triliun.

Hingga bel penutupan, tekanan terjadi hampir merata di seluruh papan perdagangan. Sebanyak 648 emiten tercatat melemah dan berada di zona merah, sementara hanya 107 emiten yang berhasil menguat. Adapun 68 emiten lainnya ditutup stagnan.

Iklan

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor mengalami pelemahan signifikan. Hanya sektor transportasi yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,53 persen.

Tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari sektor non primer yang anjlok hingga 5,11 persen, disusul sektor perindustrian yang terkoreksi 4,51 persen. Sementara itu, sektor energi dan barang baku turut menjadi pemberat indeks dengan penurunan masing-masing di atas 3 persen.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kinerja positif dan masuk jajaran top gainers. Saham Nusantara Almazia (NZIA) memimpin penguatan dengan lonjakan 34,78 persen ke level 248. Disusul Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) yang menguat 24,82 persen ke level 1.710, serta Lion Metal Works (LION) yang naik 24,49 persen ke level 605.

Sebaliknya, tekanan jual paling besar terjadi pada saham-saham di jajaran top losers. Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) tertekan 15 persen ke level 85, diikuti Multi Makmur Lemindo (PIPA) yang turun 14,94 persen ke level 131, serta Arkora Hydro (ARKO) yang melemah 14,93 persen ke level 6.125.

Pelemahan IHSG ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap kondisi pasar, seiring tekanan yang terjadi hampir di seluruh sektor saham. Pelaku pasar kini menantikan sentimen baru yang dapat mendorong pergerakan IHSG ke arah yang lebih positif pada pekan perdagangan berikutnya. (*/rnc)