Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Katong ambil di Ako Dek dengan harga Rp1.800.000 per drum. Tentu kami harus cari untung dan biaya ongkos angkut,” tambahnya.
Warga Minta Pemda dan Polisi Bertindak
Lonjakan harga ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Elen, salah satu warga yang ditemui saat membeli minyak tanah di wilayah Alukama, meminta Pemerintah Daerah dan aparat kepolisian segera turun tangan.
“Tolong Pemda dan polisi tindak tegas agen maupun pengecer yang jual minyak tanah dengan harga mahal. Kasian kami warga,” keluh Elen.
Upaya konfirmasi kepada Jermi Suwongto selaku agen melalui pesan WhatsApp ke nomor 08211751xxxx belum mendapat tanggapan. Pesan yang dikirim terlihat belum dibaca meski akun dalam kondisi online.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Rote Ndao, Joni Manafe, juga belum merespons pesan konfirmasi media ini. Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, SST, MKP, hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dikonfirmasi.
Desakan Pengawasan Distribusi
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan pengawasan distribusi serta penertiban harga agar penjualan minyak tanah kembali sesuai HET.
Jika dibiarkan, lonjakan harga ini dikhawatirkan semakin membebani ekonomi warga, terutama masyarakat kecil yang masih bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari.
