Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Data CME Group melalui FedWatch Tool juga menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin sebelum Juni berada di bawah 50%, mencerminkan pasar yang lebih berhati-hati.
Support Kuat di USD64.000
Meski Bitcoin kini berada di bawah USD67.000, Antony menilai pergerakan tersebut masih dalam rentang konsolidasi yang sehat.
“Area USD64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa fondasi Bitcoin secara fundamental masih terjaga meski pasar sedang berada dalam tekanan sentimen global.
Peran Kebijakan Bank Indonesia
Antony juga menyoroti pentingnya stabilitas kebijakan domestik, termasuk suku bunga Bank Indonesia (BI) yang berada di kisaran 4,75%–5,5%.
Menurutnya, langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dapat memberikan kepastian bagi perekonomian domestik dan menjaga kepercayaan investor.
“Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global yang masih dinamis, investor kripto tidak perlu panik. Kondisi makroekonomi seperti ini kembali mengingatkan kita pada fungsi utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedge) jangka panjang,” tambahnya.
Imbauan untuk Investor
Indodax mengimbau investor tetap rasional di tengah volatilitas pasar dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

