Pengacara Kaley berargumen bahwa Meta dan Google lalai dalam desain produk karena tidak memberikan peringatan memadai kepada pengguna terkait risiko media sosial terhadap kesehatan mental. Jika argumen ini diterima pengadilan, perusahaan teknologi berpotensi menghadapi gelombang gugatan serupa dari pengguna lain.

Saat ini, perusahaan media sosial dilaporkan menghadapi sekitar 2.300 gugatan yang diajukan oleh orang tua, sekolah, hingga jaksa di berbagai wilayah. Putusan juri dalam kasus Kaley dinilai dapat menjadi preseden penting bagi penanganan perkara-perkara tersebut.

Di sisi lain, tim pengacara Meta dan Google berencana mengajukan pembelaan bahwa faktor-faktor lain dalam kehidupan Kaley lebih berpengaruh terhadap kondisi mentalnya. Mereka juga menolak anggapan bertanggung jawab atas konten negatif yang diunggah oleh pengguna platform.

Iklan

Hakim Carolyn Kuhl, yang memimpin persidangan, menegaskan kepada juri bahwa perusahaan teknologi tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas konten yang dibuat oleh pihak ketiga. Namun, perusahaan tetap dapat dimintai tanggung jawab atas desain dan cara kerja aplikasi yang mereka operasikan. (*/rnc)