Amfoang adalah surganya NTT. Sekarang bagaimana kita dengan kepiawaian menjadikan Amfoang bagaikan gadis cantik yang harus dipersunting. Punya semuanya tetapi belum tersentuh,” jelasnya.

Ia menegaskan, Amfoang bukan sekadar topik diskusi atau komoditas politik saat musim kampanye. Penderitaan masyarakat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga membudayakan keterbelakangan.

Sebagai legislator, Ana memastikan akan mengangkat isu infrastruktur Amfoang dan layanan dasar ini agar menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT maupun Pemerintah Pusat.

Iklan

“Ini tinggal bagaimana kepiawaian kita anggota dan pimpinan DPRD juga pemerintah untuk adil melihat semua itu. Mari kita duduk bicara dan bijak sama-sama bagaimana semua ini bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Meski bukan berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua, Ana menegaskan komitmennya sebagai pimpinan Fraksi PKB untuk mendorong Amfoang menjadi prioritas anggaran pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa pembangunan harus mempertimbangkan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat, termasuk keberadaan hutan lindung maupun hutan adat yang memerlukan pendekatan dialogis.