Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Harian Yedioth Ahronoth menyebut ada keyakinan di internal Israel bahwa Presiden Trump cenderung memilih opsi militer skala besar terhadap Iran, menyusul kebuntuan negosiasi dan penolakan Teheran atas sejumlah tuntutan Washington.
Laporan itu juga menyebut jangka waktu yang sebelumnya diperkirakan berminggu-minggu kini disebut menyempit menjadi hitungan hari.
Bayang-Bayang Konflik Timur Tengah Kembali Menguat
Ketegangan ini mengingatkan pada konflik 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025 lalu, ketika AS turut membom tiga fasilitas nuklir Iran.
Meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal rencana serangan terbaru, kombinasi penarikan pasukan, peringatan evakuasi, serta sinyal politik dari Washington dan Tel Aviv memperkuat spekulasi bahwa dinamika di Timur Tengah sedang berada di titik rawan.
Komunitas internasional kini menanti perkembangan lanjutan, sembari berharap jalur diplomasi masih dapat ditempuh untuk mencegah konflik terbuka yang berpotensi mengguncang stabilitas global dan pasar energi dunia. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

