Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Meski demikian, pasukan AS masih tetap ditempatkan di Irak, Suriah, Kuwait, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
2. Jerman Imbau Warganya Tinggalkan Iran
Pemerintah Jerman melalui Kedutaan Besarnya di Teheran memperbarui imbauan agar seluruh warga negara Jerman segera meninggalkan Iran.
Dalam pernyataannya, Kedutaan menyebut situasi keamanan di Iran dan kawasan sekitarnya sangat tidak stabil dan tegang. Eskalasi militer serta penutupan wilayah udara dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kedutaan juga mengakui saat ini hanya mampu memberikan bantuan konsuler terbatas.
Imbauan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang “mempertimbangkan” opsi serangan militer terbatas untuk menekan Iran dalam negosiasi nuklir.
3. Polandia Keluarkan Peringatan Serupa
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk turut mengeluarkan seruan mendesak agar warga negaranya segera meninggalkan Iran.
Ia memperingatkan bahwa peluang evakuasi bisa tertutup dalam hitungan jam atau hari apabila konflik pecah.
Tusk menyebut kemungkinan konflik sangat nyata dan meminta warganya tidak meremehkan peringatan tersebut. Pemerintah Polandia belum merinci jumlah warganya yang berada di Iran saat ini.
Seruan dari negara-negara Eropa ini memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran internasional atas potensi konfrontasi militer baru di Timur Tengah.
4. Israel Sinyalkan Serangan Bisa Dimulai dalam Beberapa Hari
Media Israel melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunda pertemuan kabinet keamanan di tengah penilaian bahwa AS kemungkinan melancarkan serangan dalam waktu dekat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

