Kupang, RakyatNTT.ID 20 Februari 2026 hari ini genap satu tahun kepemimpinan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma bersama 21 bupati-wakil bupati dan Wali Kota-Wakil Wali Kota Kupang.

Para kepala daerah hasil Pilkada 2024 ini resmi dilantik secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu di Jakarta. Selama satu tahun menjalankan tugas, berbagai dinamika politik, ekonomi, sosial budaya telah dilalui.

Ketua DPW Partai Perindo NTT, Simson A. Lawa memberikan beberapa catatan penting yang menjadi gambaran dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di NTT selama satu tahun. Selain itu, menjadi perhatian dan evaluasi bersama para kepala daerah ke depan.

1. Kemiskinan dan Ketimpangan Ekonomi

Menurut Simson, NTT masih termasuk provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Persentase kemiskinan NTT masih berada di kisaran 19–20%, jauh di atas rata-rata nasional (sekitar 9–10%).

Beberapa kabupaten dengan angka kemiskinan tinggi yaitu Sabu Raijua, Sumba Tengah, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Alor. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketergantungan pada sektor pertanian tradisional dan rentan iklim.

“Contoh kasus warga di sejumlah desa di Sumba dan TTS mengalami kesulitan pangan akibat musim kering panjang dan harga bahan pokok di wilayah kepulauan seperti Rote, Sabu dan Alor lebih mahal karena biaya distribusi,” kata Simson.