“Banyak lulusan memilih menjadi tenaga honorer, merantau, atau menjadi PMI. Ini persoalan besar di NTT yang belum terpecahkan saat ini,” ujar Simson.

7. Isu Pendidikan

Isu berikut adalah kualitas pendidikan belum merata. Sekolah di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) masih kekurangan guru dan fasilitas. Masih ada sekolah dengan kondisi ruang kelas rusak berat. Gedung sekolah yang sangat darurat.

Selain itu, guru di pedalaman harus mengajar multi-kelas dalam satu ruangan.
Akses internet terbatas di sekolah pelosok. Termasuk gaji guru honorer yang hanya sebesar Rp250 ribu per bulan.

“Kita prihatin melihat angka tes kemampuan akademik lulusan SMA/SMK kita tahun 2025 yang menempatkan NTT terendah di seluruh Indonesia. Ini gambaran tentang hasil kerja kita di bidang Pendidikan selama ini. Sekaligus ini tamparan bagi para pemangku kepentingan di NTT untuk berbenah demi generasi berikut,” beber Simson.

8. Masalah Air Bersih

Krisis air bersih menjadi masalah tahunan. Beberapa wilayah terdampak yakni Kabupaten Kupang, Sabu Raijua dan Sumba Timur. Warga harus membeli air tangki dengan harga tinggi saat musim kemarau. Ini akibat sumber air mengering lebih cepat akibat perubahan iklim.