Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Beberapa turunan verticillin A terbukti mampu meningkatkan metilasi DNA secara signifikan dan memicu kematian sel kanker terprogram. “Produk alami ini sendiri bukan yang paling kuat, tetapi kemampuan untuk mensintesisnya memungkinkan kami menciptakan turunan yang lebih stabil dan lebih efektif,” ujar Movassaghi.
Jun Qi, profesor madya di Dana-Farber dan Harvard Medical School, menekankan bahwa identifikasi target molekuler ini sangat penting bagi pengembangan terapi kanker generasi baru yang lebih presisi dan terarah.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa verticillin A belum siap digunakan secara klinis. Pengujian lanjutan, termasuk pada model hewan, masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas senyawa ini sebelum melangkah ke uji klinis manusia.
“Senyawa alami telah lama menjadi sumber penting penemuan obat. Kami akan mengevaluasi sepenuhnya potensi terapeutik molekul ini dengan mengintegrasikan keahlian di bidang kimia, biologi kanker, dan perawatan pasien,” ujar Qi.
Penelitian ini didukung pendanaan dari National Institute of General Medical Sciences, Ependymoma Research Foundation, serta Curing Kids Cancer Foundation. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

