Washington, RakyatNTT.ID Kanker masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia dan kerap menimbulkan penderitaan berkepanjangan bagi pengidapnya.

Selama puluhan tahun, para ilmuwan terus berupaya menemukan terapi yang lebih efektif untuk membasmi sel kanker. Kini, harapan baru mulai muncul dari laboratorium Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Setelah lebih dari 50 tahun menjadi misteri ilmiah, para peneliti MIT berhasil mensintesis verticillin A, molekul kompleks yang berasal dari jamur dan telah lama diyakini memiliki potensi antikanker. Lebih jauh, versi modifikasi molekul ini menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji laboratorium terhadap kanker otak agresif pada anak, khususnya diffuse midline glioma (DMG), salah satu tumor otak paling mematikan dengan pilihan terapi yang sangat terbatas.

Iklan

Verticillin A pertama kali diidentifikasi pada 1970 sebagai senyawa pertahanan alami jamur. Sejak saat itu, molekul ini menarik perhatian dunia ilmiah karena aktivitas antikanker dan antimikrobanya. Namun, struktur kimianya yang sangat rumit membuat senyawa ini nyaris mustahil diproduksi secara sintetis—hingga terobosan terbaru ini.

“Sekarang kami tidak hanya dapat mengakses molekul ini untuk pertama kalinya setelah lebih dari 50 tahun, tetapi juga mampu menciptakan berbagai variannya untuk penelitian lanjutan,” kata Mohammad Movassaghi, profesor kimia MIT sekaligus penulis senior studi ini, dikutip dari ScienceDaily, Jumat (9/1/2026).