Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menyatakan bahwa temuan serpihan tersebut menjadi petunjuk krusial dalam operasi pencarian dan pertolongan.

“Penemuan serpihan ini menjadi clue penting untuk mempersempit area pencarian. Saat ini tim SAR gabungan fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai kondisi medan,” ujar Arif.

Ia menambahkan bahwa tantangan utama dalam operasi ini adalah kondisi geografis lokasi kejadian yang berada di area lereng pegunungan.

Iklan

“Beberapa titik membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh tahapan operasi SAR,” tegasnya.

Kronologi Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa pesawat ATR 42-500 tersebut terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat buatan tahun 2000 itu dikomandani oleh Captain Andi Dahananto.

“Pada pukul 04.23 UTC, pesawat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin,” kata Lukman.