Bupati juga menilai keberadaan Balai Desa yang representatif menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan pertumbuhan penduduk Desa Nangadhero yang kini mendekati 2.000 jiwa. Ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang berhasil membangun gedung tersebut dengan kerja bersama yang solid.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Balai Desa bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat strategis perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan berbagai kegiatan desa. Ia mengajak seluruh warga untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga dan merawat fasilitas publik tersebut.

Bupati juga optimistis, dengan kepemimpinan Camat Aesesa dan Kepala Desa yang solid, Desa Nangadhero mampu bertransformasi menjadi desa yang maju dan berprestasi di tingkat Kabupaten Nagekeo.

Iklan

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Nangadhero, Hironimus Milu, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa pembangunan Balai Desa dilakukan bersamaan dengan pembuatan lantai jemur sebagai hasil efisiensi penggunaan anggaran. Pemerintah Desa bersama BPD juga melanjutkan pembangunan pagar tembok keliling sebagai upaya pengamanan aset desa.

Hironimus menambahkan bahwa pembangunan Balai Desa merupakan bukti nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo terhadap masyarakat Desa Nangadhero. Ia mengaku terus aktif menjalin komunikasi dengan pimpinan daerah, terutama dalam mencari solusi atas persoalan genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan dan berdampak pada fasilitas pendidikan.