Jakarta, RakyatNTT.ID Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai usulan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan dalih efisiensi anggaran sebagai logika yang keliru dan berpotensi membahayakan demokrasi.

Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menyebut jika alasan efisiensi dijadikan dasar utama, maka pemilihan kepala daerah seharusnya tidak perlu dilakukan sama sekali.

“Kalau bicaranya efisiensi, enggak usah ada pemilihan DPRD juga. Sekda saja atau ASN saja bikin jadi kepala daerah, enggak usah kita pilih. Berdasarkan tim pansel saja, itu sama sekali enggak pakai duit,” kata Deddy dalam talkshow di stasiun televisi swasta nasional, Kamis (1/1/2025).

Iklan

Dinilai Sarat Kepentingan Politik

Deddy juga menyoroti waktu munculnya usulan Pilkada melalui DPRD yang dinilainya sarat kepentingan politik. Menurutnya, wacana tersebut baru menguat setelah koalisi pemerintah memenangkan kontestasi politik nasional.

“Usul disampaikan setelah koalisi pemerintah memenangkan pertarungan satu tahun. Saya yakin kalau ini diangkat sebelum Pilpres, sebelum Pileg, bubar semua tuh,” tegasnya.

Ia menilai momentum tersebut memperkuat dugaan bahwa wacana Pilkada DPRD lebih bernuansa politik ketimbang solusi kebijakan.

Pilkada Serentak Dinilai Tidak Boros Anggaran

Sebagai Anggota Komisi II DPR, Deddy meminta semua pihak jujur melihat sumber pemborosan anggaran dalam Pilkada. Dari sisi penyelenggaraan, ia menegaskan Pilkada tidak akan menambah biaya signifikan jika digelar serentak dengan pemilu lainnya.