Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Bupati Lembata, yang telah membantu kami melalui pengadaan pukat ini,” katanya.
Hal senada disampaikan nelayan lainnya, Fandi Pramulia, yang merasakan langsung manfaat bantuan pukat porsein atau pukat cincin. “Dengan pukat yang baru, hasil tangkapan kami semakin baik dan aktivitas melaut di sekitar Teluk Lewoleba menjadi lebih optimal,” ungkap Fandi saat ditemui di Kubur China, Kelurahan Lewoleba Tengah.
Tantangan Infrastruktur dan Pemasaran
Meski pendapatan nelayan meningkat, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam hal infrastruktur, logistik, dan pemasaran ikan. Keterbatasan transportasi laut menjadi kendala utama distribusi hasil tangkapan ke luar daerah.
Anggota kelompok pengolah dan pemasar ikan Sinar Wulan, Megawati Abubakar, menjelaskan bahwa pengiriman ikan ke Kupang dan Atambua hanya mengandalkan kapal feri yang beroperasi seminggu sekali.
“Kondisi ini sangat membatasi kecepatan distribusi dan berpengaruh terhadap kualitas ikan,” jelas Megawati.
Pemasaran ikan ke daerah yang lebih jauh seperti Surabaya juga masih terkendala keterbatasan freezer box. Padahal, jaringan pemasaran telah tersedia.
“Kami sudah siap dengan pasar. Yang kami butuhkan sekarang adalah tambahan modal dan alat beku yang memadai,” ujarnya.
