Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Oelamasi, RakyatNTT.ID – Bupati Kupang, Yosef Lede, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Policy Brief: Musyawarah Khusus Perempuan Kabupaten Kupang dengan tema “Cara Baru Memperkuat Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Desa”.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan CIS TIMOR bekerja sama dengan Save the Children, Selasa (13/01/2026), bertempat di Ruang Rapat Bupati Kupang.
Dalam sambutannya, Yosef Lede menegaskan bahwa hasil pertemuan tersebut harus melahirkan keputusan yang konkret dan dapat diimplementasikan hingga ke tingkat desa.
“Yang paling utama adalah bagaimana teknis pelaksanaan dari pembahasan ini mampu merumuskan keputusan yang bisa kita laksanakan bersama di tingkat desa,” ujar Yosef Lede.
Ia menjelaskan bahwa musyawarah ini bertujuan untuk mendorong desa-desa di Kabupaten Kupang agar memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan dalam proses pembangunan. Meski regulasi telah mengamanatkan keterlibatan perempuan sebesar 30 persen, realitas di lapangan menunjukkan ketentuan tersebut belum sepenuhnya dijalankan.
“Secara aturan sudah jelas, tetapi faktanya masih ada pola pikir lama yang membatasi peran perempuan dalam pembangunan desa,” ungkapnya.
Menurut Yosef Lede, forum ini diharapkan mampu mengubah paradigma tersebut dengan membuka ruang partisipasi perempuan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program pembangunan desa. Ia menekankan bahwa keterlibatan perempuan bukan untuk mengambil porsi yang lebih besar, melainkan untuk memastikan aspirasi perempuan tersalurkan secara adil dan proporsional.
Dalam kesempatan itu, Yosef Lede juga menyampaikan harapannya kepada Yayasan CIS TIMOR sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengakomodasi kepentingan perempuan.
“Saya berharap CIS TIMOR dapat menjadi wadah yang mampu mengakomodir kepentingan ini dan mempresentasikannya secara baik, sehingga perempuan memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, saran, dan masukan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Yayasan CIS TIMOR, Buce Ga, menjelaskan bahwa policy brief tersebut dirancang untuk memastikan partisipasi perempuan secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan desa.
“Program ini memastikan perempuan terlibat dalam perencanaan desa, terutama terkait isu pengurangan kekerasan terhadap perempuan dan pengurangan konflik,” jelas Buce Ga.
Ia menyebutkan bahwa salah satu agenda utama yang didorong adalah pelaksanaan Musyawarah Khusus Perempuan sebagai bagian dari siklus perencanaan desa. Pengalaman pendampingan di empat desa di Kabupaten Kupang menunjukkan hasil yang positif.
“Dari empat desa yang sudah kami dampingi, hasil musyawarah perempuan dapat terakomodir dalam musyawarah desa dan musrenbang desa,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kupang Komisi I Arnoldus Mooy, Asisten I Sekda Kabupaten Kupang, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, para camat dan kepala desa, pendamping desa, pimpinan Rumah Perempuan Kupang, pimpinan Yayasan Ume Daya Nusantara, serta Ketua Forum Perempuan se-Kabupaten Kupang. (*/rnc)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

