Bagi Undana, penerapan AI dalam tugas harian ASN dinilai sangat relevan untuk memperbaiki alur kerja administratif dan layanan kemahasiswaan. Dalam sesi teknis yang dipandu pakar AI, Aldo Lionel, para peserta dibekali teknik penyusunan perintah atau prompt yang efektif melalui kerangka PIKF (Persona, Instruction, Context, Format).

Metode ini memungkinkan ASN mengolah data, menyusun laporan, hingga merespons kebutuhan layanan publik dengan lebih cepat, akurat, dan terstruktur.

Selain penguasaan teknis, webinar ini juga menekankan pentingnya etika dan keamanan data dalam pemanfaatan AI. ASN diingatkan untuk tetap menjaga kerahasiaan data negara serta data pribadi sivitas akademika saat menggunakan platform AI publik. Aspek ini menjadi perhatian serius Undana dalam menjaga integritas dan keamanan informasi institusional di tengah percepatan digitalisasi.

Antusiasme ASN dari berbagai unit kerja mencerminkan kesiapan Undana dalam menyongsong birokrasi masa depan yang berbasis teknologi. Dengan ASN yang mampu memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab, tata kelola Undana diharapkan semakin adaptif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.

Implementasi AI dalam aktivitas kerja harian ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi Undana menuju institusi yang transparan, profesional, dan berdaya saing global, sejalan dengan visi universitas unggul di era digital. (*/rnc)