Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dirinya berkeyakinan bahwa penilaian yang dilakukan dewan juri sebagai wujud kecintaan kepada desanya itu. Hal utama yang diperhatikan yaitu menjaga tradisi dan menjaga kelestarian budaya di antaranya tari-tarian, ritual dan berbagai acara adat. Apresiasi Desa Budaya dipercaya dapat menjaga dan menggali kembali hal hal yang hampir hilang ditelan kemajuan.
Atas kepercayaan itu pula, Desa Duarato akan terus menjad amanah yang berikan pemerintah dengan menjaga hubungan adat, situs budaya, sejarah budaya dan ritual yang sudah ada turun menurun. “Itu paling penting menjaga situs-situs sejarah yang ada di desa kami dan ritual upacara adat,menjaga persatuan masyarakat adat,” jelasnya.
Seperti diketahui, Apresiasi Desa Budaya 2025 berlangsung lancar dan sukses. Di tahun 2025 terpilih 5 desa dari 150 desa yang terseleksi, dari 30 hingga 10 dan menjadi 5 desa. Acara puncak Apresiasi Desa Budaya 2025 akan berlangsung di bulan Februari 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, yang rencananya langsung dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Melalui Apresiasi Desa Budaya, Kementerian Kebudayaan berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa kebudayaan desa bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan modal hidup untuk memperkuat daya tahan masyarakat, membangun kemandirian, serta merawat keberagaman Indonesia dari desa. (*/rnc)
