Secara rinci, sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional menyerap pembiayaan terbesar, yakni Rp 12,75 triliun atau setara 31,23 persen. Selanjutnya, sektor jasa produksi menerima pembiayaan Rp 8,76 triliun atau 21,45 persen, sektor industri pengolahan sebesar Rp 3,03 triliun atau 7,43 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp 562 miliar atau 1,38 persen.

“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan,” jelas Riduan.

Untuk menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, terutama pada sektor-sektor produksi di berbagai daerah. Strategi closed-loop dioptimalkan guna menciptakan sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai yang efisien dan berkelanjutan.

Iklan

Selain itu, Bank Mandiri juga memfasilitasi transaksi harian serta pembayaran angsuran debitur KUR melalui jaringan Mandiri Agen atau Agen Laku Pandai yang tersebar di berbagai ekosistem bisnis UMKM.

Riduan menilai program KUR yang diorkestrasi pemerintah ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi kinerja perseroan.