Kupang, RakyatNTT.ID Penampilan Tim Putra Bola Voli Kabupaten Alor pada turnamen Piala Gubernur NTT Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) 2025 memang belum terlalu kompetitif. Namun di balik hasil tersebut, terdapat kabar menggembirakan.

Sebanyak tiga pemain muda Alor berpeluang besar masuk dalam radar Tim Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk persiapan menuju PON 2028.

Meski skuad NTT masih dalam tahap rencana pembentukan, PBVSI NTT menegaskan bahwa gelaran BMMC 2025 menjadi tahap awal pemantauan kondisi pemain dari seluruh daerah. Dari hasil pemantauan sementara, tiga pemain muda Alor disebut berpotensi direkrut sebagai bagian dari regenerasi tim.

Tiga nama tersebut yaitu Rudi Kadir, Hizkia, dan Ajhi Bara. Mereka tampil cukup impresif dalam dua pertandingan BMMC 2025.

Rudi Kadir yang berperan sebagai kapten tim di usia 21 tahun, bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga perdana melawan tim kuat Sumba Timur.

Sementara itu, Hizkia yang baru berusia 16 tahun dengan postur lebih dari 175 cm dipandang sebagai salah satu talenta muda paling potensial. Bahkan pelatih dari Coach Cobar VC sempat mengungkapkan bahwa Hizkia layak bergabung dengan timnya di Kota Kupang.

Adapun Ajhi Bara juga masuk dalam daftar 23 slot pemain yang dipertimbangkan untuk bergabung dengan Tim Voli Putra NTT.

Pelatih Tim Alor, Markus Manikita, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan BMMC 2025. Ia menilai turnamen ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk memastikan prestasi voli NTT terus meningkat hingga ke level nasional.

Menurut Markus, tim putra Alor telah tampil maksimal meski mengalami dua kekalahan. Ia menegaskan bahwa mental bertanding anak-anak asuhnya baru terbentuk melalui kompetisi ini.

“Memang baru pertama kali mengikuti kompetisi tingkat provinsi dan baru pertama kali anak-anak Alor tampil mewakili daerah dan bertanding ke luar daerah,” jelasnya.

Terkait tiga pemainnya yang masuk radar Tim NTT, Markus menyambutnya dengan positif. Ia menilai mereka masih sangat muda dan memiliki ruang besar untuk berkembang.

“Kami sangat siap. Sebenarnya Hizkia hampir bermain dari Kota Kupang. Kami bersyukur sekali para pemain kami dipantau. Tentu kami akan melepas jika pemain kami harus mewakili NTT di PON nanti,” pungkasnya. (rnc04)