Pelatih Tim Alor, Markus Manikita, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan BMMC 2025. Ia menilai turnamen ini bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk memastikan prestasi voli NTT terus meningkat hingga ke level nasional.

Menurut Markus, tim putra Alor telah tampil maksimal meski mengalami dua kekalahan. Ia menegaskan bahwa mental bertanding anak-anak asuhnya baru terbentuk melalui kompetisi ini.

“Memang baru pertama kali mengikuti kompetisi tingkat provinsi dan baru pertama kali anak-anak Alor tampil mewakili daerah dan bertanding ke luar daerah,” jelasnya.

Terkait tiga pemainnya yang masuk radar Tim NTT, Markus menyambutnya dengan positif. Ia menilai mereka masih sangat muda dan memiliki ruang besar untuk berkembang.

“Kami sangat siap. Sebenarnya Hizkia hampir bermain dari Kota Kupang. Kami bersyukur sekali para pemain kami dipantau. Tentu kami akan melepas jika pemain kami harus mewakili NTT di PON nanti,” pungkasnya. (rnc04)