Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi, krisis iklim, serta ketegangan geopolitik, Generasi Z disebut “terlahir dengan pesimisme” dan cenderung memilih jalan hidup sesuai preferensi pribadi. Kehidupan digital yang intens juga memengaruhi pola pikir mereka, termasuk kecenderungan menunda keputusan besar dalam hidup.
Fokus pada stabilitas keuangan menjadi alasan utama generasi muda menunda pernikahan. Bagi banyak dari mereka, pernikahan dan memiliki anak dipandang sebagai beban finansial yang besar.
Meski survei Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA) di 14 negara menunjukkan lebih dari 60 persen responden ingin memiliki setidaknya dua anak, realitas ekonomi membuat keinginan tersebut sulit diwujudkan.
Bagi sebagian besar generasi muda saat ini, keamanan finansial dinilai lebih penting dibandingkan pernikahan, mencerminkan perubahan besar dalam nilai dan prioritas hidup di Asia Tenggara. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

