“Sekitar 60 tahun lalu, Korea Utara adalah negara yang sangat Kristen. Bahkan orang-orang menyebutnya ‘Jerusalem di Timur’,” kata Jimin.

Menurutnya, hingga kini masih ada warga Korea Utara yang diam-diam menjalankan ajaran Kristiani, meski risiko yang ditanggung sangat besar.

Jimin juga menceritakan salah satu kasus tragis:

Iklan

“Saya mendengar ada keluarga yang percaya kepada Tuhan dan polisi menangkap mereka. Mereka semua kini meninggal — bahkan anak-anak berusia 10 dan 7 tahun.”

Seorang teman Jimin yang bekerja di polisi rahasia disebut turut menyaksikan bahwa keluarga-keluarga Kristen sering ditangkap karena dianggap menyebarkan agama.

Gereja di Korea Utara hanya untuk Turis

Meski melarang warganya beragama, Korea Utara memiliki beberapa gereja yang dikendalikan penuh oleh negara. Pusat Database Hak Asasi Manusia Korea Utara (NKDB) memperkirakan ada 121 fasilitas keagamaan, termasuk:

  • 64 kuil Buddha
  • 52 kuil Cheondoist
  • 5 gereja Kristen

Menurut Jimin, gereja tersebut tidak berfungsi sebagai tempat ibadah sesungguhnya dan tidak dapat diakses oleh warga lokal.

“Jika ada turis bertanya apakah di sini ada gereja, mereka akan menjawab: ‘Tentu saja ada, kami adalah negara bebas’, lalu membawa tur ke sana,” jelasnya.